Rabu, 23 Jan 2019
radarbromo
icon featured
Probolinggo

Tol Probowangi Gerus 73 Km Lahan Milik Perhutani, Lokasinya...

10 Februari 2018, 15: 30: 59 WIB | editor : Muhammad Fahmi

tol, tol paspro, pasuruan-probolinggo, jalan, probowangi

BAKAL TERSAMBUNG: Tol Paspro yang saat ini masih dikerjakan. Rencananya, tol paspro bakal tersambung dengan tol probowangi. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

SURABAYA - Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) harus dikebut. Sebab, sejauh ini belum jelas jalan bebas hambatan ini akan dibangun di mana. Sedangkan, tol yang akan menjadi sambungan terakhir Tol Trans Jawa ini ditarget rampung pada akhir 2019 dan beroperasi pada awal 2020.

Tol Probowangi diproyeksikan dibangun sepanjang 173 kilometer dengan melintasi tiga daerah. Meliputi, Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi. Presiden Joko Widodo, meminta pengerjaannya bisa dimulai awal tahun ini. Meski hal itu sulit terwujud karena Pemprov Jatim belum menetapkan lokasinya.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Herry Trisaputra Zuna mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu penetapan lokasi (penlok) oleh Pemprov Jatim. “Kalau penlok-nya sudah dikeluarkan, kami akan mulai pelaksanaan,” ujarnya, Jumat (9/2). Dimulai dari proses pembebasan lahan yang tahapannya sejak inventarisasi hingga pembayaran uang ganti.

Sembari menunggu penlok, pihaknya kini berkomunikasi dengan Perhutani untuk menyiapkan skema pemanfaatan lahan. Sehingga, konstruksi bisa dimulai dari sisi Perhutani. Dari keseluruhan rencana panjang jalan, 73 kilometer di antaranya akan melintasi lahan milik Perhutani di dekat kawasan Taman Nasional Baluran. Herry berharap, penlok itu bisa segera ditetapkan, sehingga pembebasan lahan bisa segera dilakukan.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional VIII I Ketut Darmawahana mengatakan, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR telah mengajukan penlok ke Gubernur Jatim. Di saat yang sama, Jasa Marga juga menyiapkan Detail Engineering Design (DED)-nya.

Ketut mengatakan, right of way (ROW) plans yang menjadi acuan penlok akan diupayakan agar sebagian besar menggunakan lahan Perhutani. Sebab, proses pembebasannya relatif lebih mudah dibanding lahan milik warga. “'Proses di Perhutani biasanya hanya pinjam pakai,” ujarnya. Menurutnya, berdasarkan pengalaman, urusan lahan Perhutani selalu bisa berlangsung dengan cepat.

Pembangunan tol menuju Banyuwangi, ini memang sudah ditunggu-tunggu. Sebab, proyek senilai Rp 23,39 triliun ini akan mampu memangkas waktu tempuh Probolinggo-Banyuwangi dari empat jam menjadi dua jam. Bila tersambung dengan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro), maka diperkirakan waktu tempuh dari Surabaya ke Banyuwangi, bisa terpangkas menjadi empat jam atau bahkan lebih cepat.

(br/mie/jpk/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia