Rabu, 23 Jan 2019
radarbromo
icon featured
Hukum & Kriminal

Obok-obok Ponpes saat Salat Jumat, Dua Remaja Ini Diringkus

01 Februari 2018, 09: 05: 59 WIB | editor : Fandi Armanto

maling, pencuri, curi, mencuri, handphone, hp

MASIH REMAJA: Kanitreskrim polsek Rembang, IPDA Agus (kiri) memeriksa kedua tersangka. (Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

REMBANG - Ulah nakal dua remaja asal Rembang ini benar-benar keterlaluan. Betapa tidak, dengan menyaru sebagai santri, mereka mengobok-obok kamar santri Ponpes Hidayatul Mubtadi'in di Dusun Ketapan, Desa Pekoren, Kecamatan Rembang.

Namun, perbuatan mereka harus terbongkar setelah mereka terpampang dalam rekaman CCTV. Dua tersangka yang diringkus itu, diketahui bernama ZA, 17, warga Desa Tampung, Kecamatan Rembang dan TF, 17, warga Desa Pajaran, Kecamatan Rembang. Mereka mencuri dua handphone, jam tangan, flashdisk dan beberapa barang santri lainnya.

Kapolsek Rembang, AKP Bambang Sucahyono menguraikan, aksi pencurian yang dilakukan dua tersangka, berlangsung Jumat lalu (26/1). Ceritanya, siang itu mereka masuk ponpes Hidayatul Mubtadi'in di Dusun Ketapan, Desa Pekoren, Kecamatan Rembang, saat pintu gerbang terbuka.

Mereka dengan mudah masuk, lantaran keduanya memang pernah mondok di ponpes setempat. “Aksi mereka pun terbilang lancar, lantaran dilakukan saat para santri tengah menggelar salat Jumat,” jelas Bambang.

Mereka masuk area ponpes, dengan mengendarai motor Bajaj Pulsar berboncengan. Motor itu kemudian diparkir di depan kamar santri. Mereka pun kemudian masuk kamar, yang kebetulan juga tak terkunci.

Selanjutnya, mereka mencukit lemari dengan menggunakan obeng. Begitu pintu lemari terbuka, mereka menjarah barang di dalamnya. “Begitu selesai, mereka langsung kabur,” sampainya.

Aksi pencurian itu baru diketahui korban, M. Muklasol Amal, 18, warga Kaliputih, Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol, seusai salat Jumat. Melihat lemarinya diacak-acak ia pun kemudian mengadukan ke pengurus pondok untuk kemudian melapor ke polisi.

Petugas kepolisian yang memperoleh laporan itupun, bergerak melakukan penelusuran. Dalam penelusuran itulah, petugas berhasil mengidentifikasi pelaku. Mereka berhasil teridentifikasi, dari rekaman CCTV.

“Kawasan ponpes sudah terpasang CCTV. Saat itu, wajah mereka terekam dan dari situlah kami berhasil mengidentifikasi,” sambungnya.

Petugas pun bergerak melakukan penangkapan. Kedua tersangka akhirnya berhasil diringkus, Selasa  lalu (30/1). Mereka ditangkap petugas, saat hendak membetulkan motor di bengkel Pasar Bangil.

Kedua tersangka sendiri, tak mengelak dengan apa yang dilakukannya. Keduanya berdalih, aksi itu dilakukan lantaran mereka ingin memiliki handphone. “Maunya kami pakai sendiri mas. Tidak untuk dijual,” aku keduanya.

Kini, karena perbuatannya itu, keduanya dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancamannya, 7 tahun penjara.

(br/one/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia