Senin, 10 Dec 2018
radarbromo
icon featured
Probolinggo

Duh, Banyak Kapal Penyeberangan ke Gili Tak Pakai Pelampung

25 Januari 2018, 09: 00: 59 WIB | editor : Muhammad Fahmi

perahu, kapal, angkutan, penyeberangan, gili ketapang, pelabuhan, tanjung tembaga, keselamatan, penumpang, pelampung, life jacket, nelayan

MENYEBERANG: Salah satu kapal penuh warga yang hendak menyeberang ke Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Rabu (24/1). (Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

SUMBERASIH - Insiden penumpang perahu yang nyemplung laut saat menyeberang dari pelabuhan Tanjung Tembaga jadi perhatian. Agar insiden serupa tak terulang, Rabu (24/1), Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan Kesatuan Penjaga Laut dan Perairan (KPLP) Probolinggo menggelar razia.

Mereka memeriksa nelayan dan penumpang kapal penyeberangan yang tidak memakai pelampung. Razia dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB.

Sejumlah petugas gabungan itu melakukan razia dengan menggunakan speed boat milik KSOP. Mereka langsung menuju arah laut sejauh 2 mil dari Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo.

Mereka mencari kapal penyeberangan yang hendak menuju pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Sejumlah kapal tak luput dari razia.

“Kapal pertama tidak ada penumpang yang memakai pelampung. Setelah kami interogasi ABK (anak buah kapal) mengaku kapal ini baru beroperasi dan belum pernah mendapatkan bantuan pelampung,” ujar Kru Speedboat Sea Rider KSOP, Dian Purbanda.

Begitu juga dengan kapal kedua. Sebagian besar penumpang tidak menggunakan pelampung. Namun, ABK hanya ditegur agar lain waktu para penumpang diberikan pelampung ketika akan menyeberang. “Ini sudah ada yang memakai. Tapi, sebagian besar tidak,” jelas Dian.

Dalam kegiatan itu, sedikitnya ada 3 kapal yang dirazia. Hasilnya, masih sedikit yang peduli dengan keselamatan penumpangnya. Mulai dari yang tidak pakai pelampung, sampai yang memakai pelampung ketika didekati kapal petugas.

“Setelah kami lakukan razia, masih banyak kapal penyeberangan yang mengabaikan keselamatan. Karena itu, kami memberikan teguran dan peringatan pada mereka,” ujarnya.

Dian mengaku, pihaknya juga mengingatkan kembali pentingnya pelampung saat berada di laut. Warga yang hendak menyeberang juga diminta memakai pelampung. “Ke depan jika ditemukan penumpang kapal tidak memakai pelampung, KSOP dan KPLP akan menindak dengan menyuruh kapal kembali ke dermaga,” ujarnya.

(br/sid/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia