Rabu, 23 Jan 2019
radarbromo
icon featured
Bangil

Awas, Ada Lubang Sebesar Ini di Jembatan Baujeng-Beji

19 Januari 2018, 13: 05: 59 WIB | editor : Fandi Armanto

infrastruktur

DIKELUHKAN: Pemotor melintas di jembatan Baujeng yang ditengahnya berlubang. (Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

BEJI – Pengendara maupun pejalan kaki yang melintas di jalan Jambe, Desa Baujeng, Kecamatan Beji, dibuat tak nyaman beberapa hari terakhir. Penyebabnya, jebolnya jembatan setempat. 

Lubang yang ada di tengah jembatan menyulitkan pengendara untuk melintas. Khususnya roda empat. Karena, jalur setempat hanya bisa dilewati satu kendaraan roda empat. 

Dari panatauan Jawa Pos Radar Bromo, kendaraan roda empat yang hendak melintas, harus antre. Menunggu kendaraan dari jalur lain, melewati terlebih dahulu.

Sehingga, hal itu menghambat pengendara. Kondisi itu berlangsung beberapa pekan terakhir. Hal tersebut tak lepas dari berlubangnya jembatan kecil di ruas jalur Baujeng-Kemirisewu itu.

Agar tidak semakin parah, warga pun memasang kayu sebagai penanda. Ini agar pengendara tidak celaka.

Menurut Tutik, 53, warga Desa Baujeng, Kecamatan Beji menguraikan, kondisi itu berlangsung tidak sekali saja. Karena dua tahun lalu, kondisi serupa terjadi. 

Padatnya kendaraan yang hulu lalang, menjadi faktornya. Apalagi, tak sedikit kendaraan barang yang melintas di jalur setempat. "Banyak kendaraan muatan yang melintas. Itu yang membuta jembatan tersebut kembali berlubang," sampainya.

Warga sendiri terpaksa memasangi tanda pada lubang jalan itu. Langkah tersebut tak lain untuk mengantisipasi agar tidak memicu celaka baginorang yang melintas. Di samping juga, untuk menghindari agar kondisi rusaknya jembatan itu tidak semakin parah.

"Sengaja dipasangi tanda, agar tidak ada yang terperosok. Dan lagi, supaya tidak semakin parah kerusakannya. Kami berharap, agar ada pembenahan segera," bebernya.

Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan, Eko Bagus menguraikan, masih akan melakukan survey ke lokasi untuk mengecek kondisi. "Barulah setelah itu, kami bisa menyimpulkan seperti apa penanganan yang akan dilakukan. Dari situlah, pembenahan akan dilakukan," tutur dia. 

(br/fun/one/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia