Kamis, 22 Nov 2018
radarbromo
icon-featured
Pasuruan

2017, Kasus Ketenagakerjaan di Kota Pasuruan Naik, Ini Pemicunya

Senin, 01 Jan 2018 16:00 | editor : Muhammad Fahmi

aksi buruh, demo buruh, demonstrasi, ketenagakerjaan

ILUSTRASI: Aksi buruh di Pasuruan tahun 2017 lalu. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

PURWOREJO - Jumlah kasus masalah ketenagakerjaan di Kota Pasuruan mengalami peningkatan. Sepanjang 2017, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menerima 15 laporan. Angka itu mengalami peningkatan dibandingkan 2016 yang hanya mencapai 12 laporan.

Kepala Disnaker Kota Pasuruan Mahbub Effendi mengungkapkan, tren masalah ketenagakerjaan yang diterima Disnaker meningkat. Keluhan yang diterima biasanya disebabkan karyawan mengundurkan diri, namun tidak mendapatkan uang penghargaan atas kinerjanya atau pesangon yang diterima tidak sesuai kesepakatan.

“Angka kasus ketenagakerjaan yang kami terima naik dibandingkan tahun lalu. Jika 2016 lalu ada 12 keluhan, namun sepanjang 2017 ini kami menerima 15 keluhan. Paling banyak karena masalah hak yang tidak terpenuhi,” katanya.

Ia menjelaskan, seluruh keluhan itu sudah diselesaikan. Untuk menyelesaikan masalah ketenagakerjaan disebutkannya, Disnaker memanggil kedua belah pihak terlebih dahulu untuk dilakukan mediasi. Selanjutnya, baik perusahaan maupun karyawan diberikan hak untuk mengemukakan keluhan dan alasannya.

Dari mediasi itu, akan ditentukan solusi penyelesaiannya. Namun, jika upaya mediasi ini tidak membuahkan hasil, maka Disnaker akan membawa masalah ini ke Pengadilan Hubugan Industrial (PHI) untuk diputuskan solusinya.

“Selama bisa dimediasi, kami upayakan agar masalah itu tidak sampai dibawa ke PHI. Selain menghabiskan waktu dan tenaga, pihak yang bersengketa dapat mengeluarkan biaya yang tidak sedikit,” terang Mahbub.

(br/riz/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia