Selasa, 20 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Hukum & Kriminal

Inkracht, Suryono Eks Sultan Dimas Kanjeng Kena 12 Tahun Penjara

Jumat, 10 Nov 2017 08:35 | editor : Muhammad Fahmi

Sultan Padepokan

LEBIH LAMA DIPENJARA: Suryono (kanan) saat menjalani sidang di PN Kraksaan, beberapa waktu lalu. (Zainal Arifin/ Radar Bromo)

KRAKSAAN-Kasus pembunuhan berencana terhadap Ismail Hidayah, mantan Sultan Padepokan Dimas Kanjeng, dengan terdakwa Achmad Suryono dinyatakan inkracht. Bahkan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah mengeksekusi putusan banding Pengadilan Tinggi (PT) Jatim. 

Sebab, pasca putusan banding, Achmad Suryono tak mengajukan kasasi. Putusan banding dari PT Jatim sendiri menolak pengajuan banding terdakwa Suryono dan menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan. Yakni, menyatakan  Suryono terbukti melakukan pembunuhan berencana dan dijatuhi hukuman pidana selama 12 tahun penjara.

Kasi Pidum Kejari (Kajari) Kabupaten Probolinggo, Januardi Jakhsa Negara mengatakan, pihaknya sudah mengeksekusi putusan banding PT Jatim tertanggal 24 Mei 2017. Pasalnya, setelah ditunggu-tunggu, ternyata terdakwa Suryono tak kunjung menyerahkan memori kasasi.

Sehingga, pihaknya diminta untuk segera mengeksekusi putusan banding tersebut. “Putusan banding itu menolak banding terdakwa Achmad Suryono dan menguatkan putusan PN Kraksaan. Kami sudah eksekusi penahanan terpidana Suryono dengan hukuman 12 tahun penjara,” katanya.

Januardi menjelaskan, dengan inkracht-nya putusan terpidana Suryono, maka statusnya sudah terpidana. Ia harus menjalani hukuman 12 tahun penjara, dikurangi masa tahanan yang telah dijalani sebelumnya. 

“Kalau putusan banding terdakwa lain kasus pembunuhan Ismail kami belum tahu perkembangannya,” terangnya. 

(br/mas/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia