Senin, 19 Nov 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Marah Lantaran Istri Sering Kangen Orang Tua

Senin, 06 Nov 2017 10:35 | editor : Fandi Armanto

tole, minthul, ono ono ae

ILUSTRASI (Achmad Syaifudin/Jawa Pos Radar Bromo)

Mempunyai istri berusia muda dan lulusan pesantren, ternyata tak membuat Tole (nama samaran), 29, bersyukur. Tole sering cemburu ketika Minthul (juga nama samaran), 19, pergi ke rumah orangtuanya, untuk melepas kangen.

Minthul justru kerapkali disemprot suaminya sendiri. Pernikahan keduanya yang baru seumur jagung itu, akhirnya kandas di meja hijau.

Usut punya usut, penyebab keretakan rumah tangga keduanya lantaran Minthul sering pulang ke rumah orang tuanya di Grati. Wajar saja, Minthul kerap pulang karena sejak kecil, hidup di lingkungan pesantren. Sehingga dia jarang berkumpul dengan kedua orang tuanya.

“Karena sejak lulus SMP saya mondok di Jombang. Jadi jarang bertemu dengan orang tua. Istilahnya belum puas berkumpul orang tua. Disisi lain, setelah lulus SMA, orang tua saya menjodohkan saya dengan Tole, katanya seorang guru,” ujar Minthul.

Tak ada lain yang ada di benak Minthul, selain menuruti kemauan orang tuanya. Ia pun berkenan duduk di pelaminan dengan Tole. Selepas gelaran resepsi pernikahan, Tole memboyong Minthul ke rumahnya di Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Kontan hal itu membuat Minthul sering merasa kesepian. Selain hidup berdua, kesibukan Tole mengajar di sekolahnya membuat Minthul bingung. “Kalau Tole sekolah saya dirumah sendirian. Saya mau kerja tidak diperkenankan. Tole juga tak pernah memberi nafkah,” tambah Minthul.

Lantaran itu, Minthul pun mengungkapkan isi hatinya kepada orang tuanya. Beberapa kali ia memang sering mengunjungi rumah orang tuanya di Grati. Tentu, itu dilakukan dengan sembunyi-sembunyi. Saat Tole pergi ke sekolah untuk mengajar.

Tak hanya sekali, Minthul mengaku memang seringkali pulang ke Grati. Namun tak sampai bermalam. “Kalau pun saya ke Grati itu sampai sore saja. Karena saya tahu suami waktunya pulang,” jelasnya.

Suatu ketika, Tole naik pitam saat mengetahui kondisi rumahnya kosong. “Dia marah-marah saat tahu saya sering ke rumah orang tua. Saya kan masih ingin kangen-kangenan dengan orang tua,” tukas Minthul dengan nada kesal.

Selama sebulan menjalani biduk rumah tangga itu, Minthul pun terheran dengan karakter suaminya. “Sebagai guru kan semestinya dia punya kepribadian yang baik. Ini sama istrinya sendiri sering marah-marah. Saya dilarang ke rumah orang tua. Katanya, dia sudah habis banyak uang untuk menikahi saya,” aku Minthul.

Tak terima lantaran merasa disamakan dengan barang, Minthul sedikit memberontak. Ia pun menagih nafkah lahir batin yang tak pernah diberikan Tole selama ini.

“Jangankan ngasih uang belanja, setelah dapat sebulan menikah saya tak pernah disentuhnya,” seloroh Minthul.

Akhirnya, Tole tak ambil pusing. Ia yang berpikiran panas langsung memberikan talak terhadap Minthul.

(br/tom/fun/fun/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia