Senin, 19 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Features

Demi Jadi Kades, Pria Ini Rela Mundur dari Polisi, Ini Alasannya

Senin, 23 Oct 2017 11:30 | editor : Muhammad Fahmi

kades, polisi, polisi jadi kades, pilkades

KADES TERPILIH: Aiptu Iswahyudi bersama istri dan anaknya yang akan segera dilantik jadi kades Nogosari, Pandaan. (Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Warga Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan memiliki kepala desa (kades) baru. Iswahyudi namanya. Ia adalah anggota Satuan Intelkan Polres Pasuruan berpangkat Aiptu. Setelah terpilih sebagai kades, ia siap menanggalkan jabatannya sebagai polisi.

---------

Keputusan berani diambil Aiptu Iswahyudi, 43, anggota Satuan Intelkam Polres Pasuruan. Betapa tidak, ia didorong untuk mencalonkan diri sebagai kepala desa (kades) oleh orang-orang terdekatnya. Di sisi lain, ia merasa masih belum maksimal mengabdikan diri di institusi kepolisian.

Suami dari Ida Fauziah, 41, ini membutuhkan waktu 2 bulan untuk memutuskan mencalonkan diri sebagai kades atau tidak. “Saya sempat berpikir panjang sebelum mendaftar. Akhirnya, saya memutuskan untuk nyalon kades, setelah ada dorongan kuat dari masyarakat dan juga rekan di kepolisian. Terutama setelah mendapat izin dan restu dari pimpinan,” terangnya saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo, Kamis (19/10).

Banyak hal yang menjadi pertimbangan Iswahyudi. Terutama profesinya selama ini. Maklum, ia sudah mengabdi sebagai polisi dalam 22 tahun terakhir.

Ia sadar akan konsekuensi yang harus ditanggungnya. Ketika menang, tentu ia harus menanggalkan jabatan sebagai polisi. Saat kalah, ia harus berbesar hati. Bahwa dirinya belum dikehendaki masyarakat.

Setelah resmi mendaftar, ia kemudian cuti dari profesinya sebagai seorang polisi. Selama cuti itu, pria kelahiran Tanggulangin, Sidoarjo, rajin bersilaturahmi dan menjalin komunikasi dengan berbagai pihak di Desa Nogosari. Baik itu ulama, tokoh masyarakat, pemuda, dan kelompok masyarakat lainnya. Hari-harinya disibukkan dengan menyapa warga desa setempat.

Belum lagi ketika ada undangan untuk menghadiri sebuah acara. Iswahyudi selalu menyempatkan diri hadir di tengah-tengah warga. Pendekatan itu ternyata ampuh. Dukungan warga mengalir.

Hal itu terbukti saat pencoblosan pada Sabtu (7/10) lalu. Namanya berada di urutan teratas karena mampu mengumpulkan 2.480 suara. Lebih banyak dari empat calon lainnya.

Saat penghitungan suara, pria yang akrab disapa Yudi itu, memilih berada di lokasi dari awal sampai akhir. Hati pria yang tinggal di gang 3, RT 6/RW 3, Dusun Nampes, Desa Nogosari ini baru plong, begitu posisinya tak lagi bisa digeser oleh kandidat yang lain.

“Saya bangga dengan profesi selama ini sebagai anggota polisi. Jika sebelumnya mengabdi di polisi, kini saya diberi amanah mengabdi sebagai kades,” katanya. “Ini kesuksesan bersama dari sebuah kerja keras. Utamanya dari pendukung, simpatisan, dan masyarakat Desa Nogosari,” imbuh bapak tiga orang ini.

Kini, ia tinggal menunggu waktu untuk dilantik sebagai kades, akhir Desember mendatang. “Menjadi kades tidaklah mudah, tentunya saya akan berusaha menjadikan desa ini lebih baik dari sebelumnya. Baik dalam pembangunan, pemberdayaan, dan kesejahteraan masyarakat,” kata pria yang hobi motor trail ini.

Sukses Aiptu Iswahyudi menjadi kades terpilih di Desa Nogosari, mendapat apresiasi dari Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono. “Saya sebagai Kapolres Pasuruan merasa senang, bersyukur, dan bangga. Ada anggota yang masih aktif, mencalonkan diri dan terpilih sebagai kades,” terangnya.

Kapolres mengatakan, itu menjadi bukti bahwa masyarakat menaruh kepercayaan besar dan harapan kuat pada anggota polisi. “Selamat dan sukses buat Aiptu Iswahyudi,” tuturnya.

Iswahyudi yang merupakan alumni SMA Walisongo Gempol ini mulai berkarir sebagai polisi sejak 1995. Selama menjadi anggota polisi, ia pernah berdinas di Polres Bekasi, Polres Sidoarjo, dan terakhir di Polres Pasuruan sejak 2015 lalu.

(br/zal/mie/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia