Senin, 10 Dec 2018
radarbromo
icon-featured
Pasuruan

Penumpang Mobil yang Ditabrak KA adalah Rombongan Pegawai Kemenag

22 September 2017, 05: 05: 59 WIB | editor : Fandi Armanto

RINGSEK: Kereta Api Sri Tanjung melintas di dekat mobil Toyota Rush yang sebelumnya tertabrak kereta Tawang Alun Kamis (21/9) pagi.

RINGSEK: Kereta Api Sri Tanjung melintas di dekat mobil Toyota Rush yang sebelumnya tertabrak kereta Tawang Alun Kamis (21/9) pagi. (M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

NGULING - Kecelakaan Toyota Rush yang ditabrak kereta api (KA) Tawang Alun jurusan Banyuwangi-Malang, menyisakan duka bagi keluarga besar Kantor Kemenag Kota Pasuruan. Betapa tidak, keempat korban yang ada di dalam mobil merupakan pegawai Kemenag. Saat kejadian berlangsung, keempat korban sejjatinya baru pulang dari pertemuan pertemuan di Lumajang.

Insiden tabrakan yang terjadi Kamis (21/9) pagi itu menyebabkan satu korban meninggal dunia. Sementara tiga korban lainnya mengalami luka-luka, bahkan satu diantaranya luka berat. Adapun korban yang meninggal dunia ialah Ghozy Ali Murtadho, yang saat itu duduk di samping sopir.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, kejadian itu bermula saat mobil Toyota Rush bernopol N 1018 WD yang dikemudikan Kholil Asy’ari, 50, warga Perum Gading Permai, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Kholil Asy’ari diketahui juga menjabat Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pasuruan. Dia mengalami luka berat, dan Kamis malam harus dirujuk ke Surabaya.

Sementara dua korban luka ringan yakni Bambang Sutrisno, 51, warga Dusun Brandong, Desa Sumberdawesari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan dan M Yazid, 53, warga Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan; dan Ghozy Ali Murtadho, 52, warga Kelurahan/Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. 

Nah, saat kejadian, mobil yang dikemudikan oleh Kholil itu hendak mengantarkan pulang salah seorang penumpangnya, yakni Bambang yang beralamatkan di Desa Sumberdawesari. Namun nahas justru yang terjadi saat mobil yang melaju dengan kecepatan sedang itu melewati perlintasan KA tak berpintu di Desa Sedarum sekitar pukul 09.45.

“Laju KA di wilayah Pasuruan ini berkecepatan 60 km/jam. Itu pun tak dapat dihentikan secara tiba-tiba,” ujar Iptu Suromin, Polsuska Daop Jember wilayah Pasuruan.

Saat memasuki titik lokasi 82+7/8 km itu, hantaman keras lantas terjadi. Akibatnya, mobil pun ringsek usai terlempar sejauh 20 meter ke arah barat dari perlintasan. Hal itu kemudian mengundang kegegeran warga setempat. Tak membutuhkan waktu lama, ratusan warga memadati TKP untuk mengevakuasi empat penumpang mobil tersebut. 

“Dengan bantuan warga, kami mengevakuasi seluruh korban. Setelah kami identifikasi, ada korban yang meninggal dunia di TKP, yakni Ghozy Ali Murtadho. Sedangkan korban atas nama Kholil mengalami luka berat, dua korban lainnya luka luka ringan,” ujar AKP Hari Subagyo, Kasatlantas Polres Pasuruan Kota.

Seluruh korban selamat kemudian dilarikan ke Puskesmas Nguling. Sebelum akhirnya dirujuk ke IGD RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan. Kini seluruh korban tengah dalam perawatan medis. 

(br/fun/tom/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia