Selasa, 20 Nov 2018
radarbromo
icon-featured
Probolinggo

Mutasi 72 Pejabat, Kursi Dua Kadis Masih Kosong

Jumat, 11 Aug 2017 06:20 | editor : Muhammad Fahmi

SUMPAH JABATAN: Para pejabat di Pemkot Probolinggo saat diambil sumpah jabatan di mutasi, Kamis (10/8).

SUMPAH JABATAN: Para pejabat di Pemkot Probolinggo saat diambil sumpah jabatan di mutasi, Kamis (10/8). (Ridhowati Saputri/Jawa Pos Radar Bromo)

MAYANGAN - Pemerintah Kota Probolinggo Kamis (10/8) menggelar mutasi 72 pejabat di lingkungannya. Mutasi yang digelar di Puri Manggala Bhakti itu dipercepat dari rencana awal. 

Itu, lantaran ada regulasi di UU Pemilu maupun PKPU No 3 yang menyebutkan, kepala daerah yang bermaksud mencalonkan diri dalam Pilkada 2018 dilarang melakukan mutasi, 6 bulan sebelum penetapan calon kepala daerah. Dari hitungan KPU, enam bulan sebelum penetapan calon itu, jatuh pada hari ini (11/8).

“Memang betul, mutasi ini dipercepat. Supaya bisa menyesuaikan dengan aturan dalam PKPU No 3 itu. Pelaksanaannya paling lambat 6 bulan sebelum penetapan pasangan calon,” ujar Rachmadeta Antariksa, kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Probolinggo.

Pada mutasi itu, BKPSDM memilih untuk melakukan pengisian pos di kelurahan-kelurahan yang sebelumnya masih banyak yang kosong. 

Terkait proses mutasi, Wali Kota Rukmini mengakui jika mutasi ini dipercepat. “Ada aturan yang mengharuskan bahwa wali kota yang akan mencalonkan diri, 6 bulan sebelum penetapan calon dilarang untuk mutasi. Padahal, banyak pejabat yang akan pensiun dalam waktu 6 bulan ini. Sehingga, dilakukan mutasi ini,” ujarnya. Nama Rukmini sendiri saat ini juga santer masuk bursa bacawali 2018.

Rukmini menjelaskan, bahwa lurah-lurah yang akan pensiun dalam waktu 6 bulan akan dipindahkan posisinya ke posisi lain. Hal ini agar saat pelaksanaan pilkada, posisi lurah tidak kosong karena ada lurah yang pensiun.

“Termasuk jabatan lain seperti kabag perekonomian yang dijabat Bu Nelly juga diganti. Karena Bu Nelly dalam waktu 1 bulan ini sudah pensiun,” ujarnya.

Di mutasi kali ini, dua kursi kepala dinas masih kosong. Yakni kursi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Satu Pintu serta Kepala Diskominfo. Di mutasi itu, ada 4 pejabat eselon II yang dilukir. Yakni:

Shofyan Tohari. Sebelumnya: Staf Ahli Pemerintahan, Hukum, dan Politik. Jabatan baru: Kepala Inspektorat (sebelumnya kosong);

Teguh Bagus Sujawanto. Sebelumnya: Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM. Jabatan baru: Kepala Bakesbangpol;

Didik Sunaryoto. Sebelumnya: Kepala Bakesbangpol; Jabatan baru: Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM;

Paeni. Sebelumnya: Kepala Dinas Penanamn Modal dan Pelayanan Perizinan Satu Pintu. Jabatan baru: Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik.

(br/put/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia