Selasa, 20 Nov 2018
radarbromo
icon featured
Probolinggo

Tetapkan Sopir Bus dan Truk jadi tersangka Laka Maut Curahsawo

Senin, 07 Aug 2017 21:21 | editor : Fandi Armanto

PALING BERTANGGUNGJAWAB: Sopir Bus Medali Mas Rifai A Kerto (kiri baju hitam) dan sopir truk Hino Munawir (kaos putih) diamankan di Poslantas Gending usai laka maut di Curahsawo, 14 Juli lalu.

PALING BERTANGGUNGJAWAB: Sopir Bus Medali Mas Rifai A Kerto (kiri baju hitam) dan sopir truk Hino Munawir (kaos putih) diamankan di Poslantas Gending usai laka maut di Curahsawo, 14 Juli lalu. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

KRAKSAAN - Tuntas sudah proses penyelidikan kasus kecelakaan maut yang terjadi jalur pantura Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, 14 Juli silam. Tepat di hari ke-24, penyidik Satlantas Polres Probolinggo akhirnya menetapkan sopir truk dan bus sebagai tersangka.

Adapun keduanya yakni sopir Bus Medali Mas nopol N 7130 UA, Rifai A Kerto, 48, asal Desa Sumbersuko, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Serta, Munawir, 40, warga Desa Beleke, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB, sopir truk Hino nopol DR 8600 AB. 

Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Tri Nuartiko mengatakan, kasus kejadian kecelakaan yang menewaskan 10 penumpang bus Medali Mas jurusan Denpasar-Malang itu, sudah dinaikkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

“Hasil penyelidikan, kami menetapkan kedua sopir sebagai tersangka dan yang harus bertanggung jawab atas terjadinya kecelakaan maut itu,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Senin (7/8). 

Kasatlantas menjelaskan, ditetapkannya sopir bus dan truk, karena keduanya salah. “Hasil olah TKP, kecelakaan sama-sama akibat kedua kendaraan. Karena faktor kesengajaan oleh sopir bus maupun truk. Yakni, faktor kelelahan dan mengantuk, tapi dipaksakan (berkendara, Red),” terangnya.

Tiko menjelaskan, penetapan kedua sopir menjadi tersangka karena atas dasar dua alat bukti yang cukup. Mulai dari sopir truk yang membawa muatan melebihi daya angkut. Seharusnya truk Hino tersebut maksimal muatan 16 ton. Sedangkan kenyataannya, sopir tersebut mengakut pakan ternak seberat sekitar 24 ton.

Selain itu, truk melaju di tingkungan melewati garis tidak putus pada jalan tersebut. “Lebar bak truk itu ternyata juga melebihi kepala truk. Yaitu, sampai lebih 15 sentimeter bagian kiri dan 15 sentimeter bagian kanan. Harusnya, bak truk itu sejajar atau rata dengan bodi kepala truk,” terangnya.

Sedangkan sopir bus ditetapkan tersangka karena melaju dengan kecepatan tinggi dan ugal-ugalan. Hasil analisis tim gabungan Korlantas Mabes Polri, Dirlantas Polda Jatim, dan Satlantas Polres Probolinggo, kecepatan bus melebihi 70 km/jam.

“Sopir bus jadi tersangka karena ada unsur kesengajaan pengemudi. Di mana dalam mengemudikan bus ugal-ugalan. Saat kejadian, posisi perseneleng bus dalam posisi gigi 6. Keterangan saksi juga menyebutkan sopir bus ugal-ugalan,” ungkapnya. Keduanya kini mendekam di sel Mapolres.

Diketahui sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Curahsawo, Gending. Akibat kecelakaan itu, 10 penumpang bus Medali Mas tewas di lokasi kejadian. Belasan penumpang lainnya juga mengalami luka-luka. Sejauh ini, dugaan faktor pemicu kecelakaan cukup banyak. Mulai dari muatan truk yang melebihi kapasitas, kecepatan bus yang ugal-ugalan, sampai dengan kondisi jalan yang tidak layak.

(br/mas/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia