Selasa, 20 Nov 2018
radarbromo
icon-featured
Hukum & Kriminal

Hakim Tolak Video Diputar saat Sidang

Jumat, 21 Jul 2017 06:55 | editor : Muhammad Fahmi

BB: Penasihat Hukum Dimas Kanjeng Taat Pribadi menunjukkan barang bukti duit dari pengadaan Taat Pribadi, Kamis (20/7).

BB: Penasihat Hukum Dimas Kanjeng Taat Pribadi menunjukkan barang bukti duit dari pengadaan Taat Pribadi, Kamis (20/7). (Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

KRAKSAAN - Berbagai upaya dilakukan penasihat hukum (PH) terdakwa Taat Pribadi untuk melakukan pembelaan. Salah satunya, merekam sendiri video saat Taat Pribadi membuktikan bisa mengeluarkan uang melalui proses gaib. Namun, video yang berdurasi 5 menit 29 detik itu ditolak diputar di dalam persidangan, Kamis (20/7).

Dalam video itu, Muhammad Sholeh selaku pengacara menyaksikan langsung saat proses Taat Pribadi mengeluarkan uang. Bahkan, Sholeh pun terekam dalam video tersebut. Dimulai dari Sholeh menggeledah Taat Pribadi dan mengangkat baju Taat ke atas. Sampai pada terdakwa, Taat Pribadi menarik uang dan menyerahkan langsung pada Sholeh.

Uang hasil pencairan itu bernilai puluhan juta itu berhitung dihitung pasti nilainya. Namun, Sholeh menyebutkan uang hasil pencairan itu uang rupiah pecahan Rp 100 ribu. Tak hanya mata uang rupiah, uang yang dikeluarkan Taat dalam proses gaib itu juga ada yang dari mata uang asing.

Di antaranya, 1.000 Dolar Singapore; mata uang Britania Raya, Poundsterling; mata uang Arab, Riyal; dan dan mata uang Eropa, yakni Euro. “Saya belum hitung nilainya. Tapi, uang itu mata uang rupiah dan empat mata uang asing. Nilai totalnya puluhan jutalah,” kata Sholeh.

Sholeh mengatakan, pihaknya berencana awal untuk memutarkan video yang diambil Rabu lalu (19/7) di Surabaya, dalam persidangan. Namun, setelah komunikasi dengan hakim, ternyata tidak diizinkan. Sehingga, pihaknya pun tidak memiliki kesempatan atau tidak bsia memutarkan video tersebut dalam persidangan.

“Kami tidak mengajukan dalam persidangan karena komunikasi sebelumnya hakim tidak berkenan video itu diputar,” kata Sholeh. Sholeh menjelaskan, kasus yang menjerat Taat Pribadi ini bukan jaksa atau hakim yang mengadili.

Sementara itu, Yudistira Alfian selaku Humas PN Kraksaan saat dikonfirmasi mengatakan, sempat ada obrolan dengan PH terdakwa Taat Pribadi, yang ingin menunjukkan video itu diputar dalam persidangan.

Namun, pihaknya tidak berkenan karena video terdakwa Taat Pribadi mengeluarkan uang itu, tidak ada kaitannya dengan kasus pembunuhan maupun penipuan terhadap korban Prayitno. “Tapi, kami tidak melarang saat penasihat hukum mengajukan dalam persidangan. Nanti, tetap majelis hakim yang akan menentukan diperbolehkan atau tidak,” terangnya. (mas)

(br/mas/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia