Selasa, 20 Nov 2018
radarbromo
icon-featured
Hukum & Kriminal

JPU Tetap Kukuh Tuntut Dimas Kanjeng Seumur Hidup

Jumat, 21 Jul 2017 06:20 | editor : Muhammad Fahmi

AKRAB: Taat Pribadi diapit Soleh, pengacaranya, dan Kapolsek Gading, Sugeng Supriantoro.

AKRAB: Taat Pribadi diapit Soleh, pengacaranya, dan Kapolsek Gading, Sugeng Supriantoro. (Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

KRAKSAAN - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kraksaan menolak seluruh pleidoi atau pembelaan yang diajukan terdakwa Dimas Kanjeng Taat Pribadi. JPU tetap pada tuntutan awal, terdakwa Taat Pribadi dianggap terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan dituntut hukuman seumur hidup.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan, Kamis (20/7), JPU Muhammad Usman menegaskan, pihaknya tidak sependapat dengan penasihat hukum (PH) terdakwa, yang menyatakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dalam berkas perkara tersebut tidak dapat diformulasikan sebagai alat bukti.

Pembelaan PH itu, menurut Usman, merupakan pengalihan untuk mengaburkan alat bukti terhadap perbuatan terdakwa pada kasus pembunuhan itu. “Kami tetap pada tuntutan sebelumnya. Kami memohon pada majelis hakim untuk menolak seluruh nota pembelaan terdakwa (Taat Pribadi). Tetap menyatakan terdakwa Taat Pribadi terbukti bersalah dan menjatuhkan pidana seumur hidup sebagaimana surat tuntutan,” katanya.

Menurut Usman, dalam replik atau tanggapan JPU atas pleidoi terdakwa, pihaknya tidak menanggapi seluruh pembelaan yang dibacakan. Karena di pleidoi itu, ada beberapa yang keluar dari substansi. JPU hanya menanggapi yang penting saja, seperti soal penyiksaan dari pihak Polres Probolinggo.

Tudingan dalam pembelaan itu, menurut Usman, tidak benar. Karena keterangan para saksi, sama seperti saat dilakukan penyidikan di Mapolda Jatim. “Penyiksaan atau kekerasan yang dilakukan polisi saat penangkapan terhadap ketujuh tersangka, itu tidak benar. Itu, masuk dalam replik kami. Intinya, kami tetap pada tuntutan sebelumnya,” terangnya.

Sementara itu, Muhammad Sholeh selaku PH terdakwa mengatakan, replik yang disampaikan JPU itu dianggap tidak logis. Sebab, dalam pleidoi yang dibacakan saat sidang sebelumnya, pihaknya menegaskan tidak ada fakta persidangan, alat bukti, maupun keterangan saksi yang membuktikan kliennya bersalah.

“Fakta persidangan tidak ada keterangan saksi yang menyebutkan Taat Pribadi sebagai pelaku. Tentunya, itu sangat jelas tidak ada alat bukti yang membuktikan Taat Pribadi terbukti bersalah,” katanya. (mas)

(br/mas/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia