Selasa, 20 Nov 2018
radarbromo
icon-featured
Hukum & Kriminal

Ini Enam Permohonan Dimas Kanjeng dalam Sidang Pembelaannya

Rabu, 19 Jul 2017 08:05 | editor : Muhammad Fahmi

MINTA BEBAS: Dimas Kanjeng saat hendak meninggalkan ruang sidang PN Kraksaan Selasa (18/7).

MINTA BEBAS: Dimas Kanjeng saat hendak meninggalkan ruang sidang PN Kraksaan Selasa (18/7). (Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

KRAKSAAN - Dimas Kanjeng Taat Pribadi menjalani sidang dengan agenda pembacaan pleidoi atau pembelaan di Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan Selasa (18/7). Dalam sidang itu, Taat Pribadi dan penasihat hukumnya, menyiapkan dokumen pembelaan atau pleidoi setebal 55 halaman dengan 38 sub bab.

Namun, Taat Pribadi tak membacakan sendiri pembelaan itu. Pleidoi dibacakan oleh penasihat hukum (PH) terdakwa. Dalam pembelaan tersebut disebutkan, terdakwa Taat Pribadi tidak berkaitan dengan kasus pembunuhan Abdul Gani.

Fakta-fakta persidangan maupun keterangan saksi pun, tidak ada yang mengarah pada terdakwa. Muhammad Soleh, selaku PH terdakwa mengatakan, tim PH berkeyakinan jika kliennya tersebut sama sekali tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Yaitu, pasal 340 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang Kejahatan terhadap Nyawa.

Dari fakta persidangan, kuasa hukum Dimas Kanjeng menyampaikan 41 kesimpulan. Selain itu, juga ada 6 permohonan Dimas Kanjeng. Berikut kutipan permohonan Dimas Kanjeng.

1. Menerima Pembelaan (pledoi) dari Tim Penasihat Hukum Terdakwa Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng Taat Pribadi Bin Mustain secara keseluruhan;

2. Menyatakan terdakwa Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng Taat Pribadi tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melanggar Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-2 KUHP dalam Dakwaan ke II Primair.

3. Membebaskan terdakwa dari segala Dakwaan Jaksa Penuntut Umum (vrijspraak) sesuai dengan Pasal 191 ayat (1) KUHAP atau setidak-tidaknya MELEPASKAN terdakwa dari semua tuntutan hukum (onstslag van alle rechtsvervolging) sesuai Pasal 191 ayat (2) KUHAP;

4. Mengembalikan dan merehabilitasi nama baik Terdakwa Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng Taat Pribadi pada harkat dan martabatnya semula;

5. Mengembalikan motor Harley Davidson Nopol: L 2378 OEQ warna biru silver, Noka 1HD1FCW346Y703566, Nosin 891928.C kepada terdakwa.

6. Membebankan biaya perkara ini kepada Negara; (mas)

(br/mas/mie/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia