Radar Bromo

Lebam, Tahanan Polres Dilarikan ke RSUD

KRAKSAAN - Sulaiman alias Popong, 35, salah seorang tahanan di Mapolres Probolinggo, harus dilarikan ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Rabu (17/5) malam, di sejumlah bagian tubuh tersangka kasus penyalahgunaan sediaan farmasi itu ditemukan lebam. Selain itu, warga Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, itu juga sesak napas.

Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, Sulaiman alias Popong ditahan karena melanggar UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan. Dia dilarikan ke rumah sakit karena gagal ginjal. “Sebelumnya dia tidak terdeteksi mengalami gagal ginjal. Kami hanya mengetahui penyakitnya seperti batuk dan lain-lain. Tapi, malam ini dia sesak napas dan harus dilarikan ke rumah sakit,” ujarnya, Rabu (17/5) malam.

Menurut Arman, selama ini tersangka memang cukup ekstrem ketika mengonsumsi pil dextro yang diketahui sebagai obat penenang itu. Sekali minum, tersangka menenggak hingga 20 butir. “Biasanya orang yang mengonsumsi obat-obat itu akan menyerang ginjal dan ditandai bercak-bercak merah dan lebah di badannya. Seperti Popong ini. Dia kebanyakan mengonsumsi pil dextro,” ujarnya.

Sedangkan, dr Totok Mardianto yang menangani Popong di RSUD Waluyo Jati, Kraksaan, membenarkan apa yang disampaikan Arman. “Setelah kami diagnosa untuk sementara, dia (Popong) mengalami gagal ginjal. Dengan salah satu tanda memar dan kecokelatan di tubuhnya. Untuk proses lebih lanjut, nanti kami akan melalukan pemeriksaan ulang,” ujarnya.

Popong diamankan Polsek Kraksaan karena diketahui mengendarkan dan memiliki ribuan pil dextro. Karena penyidikannya sudah lengkap, Senin (15/5) lalu, Popong dipindah ke Mapolres Probolinggo. Saat dipindah, Popong tidak mengalami tanda-tanda gagal ginjal. Pihak kepolisian baru mengetahui sejak Rabu (17/5) sore, setelah tersangka mengeluh sesak napas dan lebam di tubuhnya. (mg1/rud)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar