Radar Bromo

Korban Pembunuhan Sopir Ekspedisi Sempat Melawan dengan Pistol Mainan

MAYANGAN - Dalam press release yang digelar di Mapolres Probolinggo Kota Rabu (17/5), terungkap kronologis saat Muhid menghabisi Lasiadi. Muhid mengungkapkan aksi pembacokan tersebut ia lakukan sendiri.

Ia memang sudah mengincar korban Lasiadi. Sekitar pukul 07.00 pada Selasa pagi (16/5),  Muhid berangkat dari rumah orang tuanya yang berada di Lumbang dengan mengendarai ojek. Tujuannya adalah bengkel tempat korban biasa menaruh mobil.

Setibanya di bengkel, dia melihat kendaraan yang biasa dipakai korban masih ada. Sehingga, ia menunggu di sekitar lokasi. Melihat korban datang dan masuk bengkel, Muhid langsung membuntuti dari belakang. “Setelah saya membacok korban, saya langsung lari ke area persawahan,” terangnya.

Muhid mengaku, sebelum dia membacok, pagi itu sempat terjadi cekcok. Karena situasi mulai memanas, maka Muhid langsung membacok korban di bagian dada sebelah kanan.

Menurut Muhid, korban sebenarnya juga melakukan perlawanan. Itu, ditandai karena Lasiadi ternyata membawa pistol mainan yang diduga air cabai di dalamnya. Pistol berisi air cabai itu sempat disemprotkan ke mata tersangka.

“Dia (korban) bawa pistol mainan yang berisi air cabe, pada saat saya bacok dadanya, ia tembakan pistol itu ke mata saya. Saya berhasil mengelak dan membacok tangannya (korban). Dan saat korban hendak melarikan diri, saya bacok satu lagi dibagian belakang. Ketika ia jatuh saya bacok lagi sebanyak dua kali,” beber tersangka polos.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar