Radar Bromo

Lagi, Lima Saksi Sidang Pembunuhan Abdul Gani Tak Hadir

KRAKSAAN - Lima saksi yang sedianya akan memberikan keterangan dalam sidang pembunuhan terhadap sultan di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Abdul Gani, Selasa (16/5), kembali tidak hadir. Padahal, kelimanya sangat dibutuhkan untuk memberi keterangan dalam sidang. Sebelumnya, kelima saksi juga absen dalam sidang.

Kelima saksi itu adalah Prof Resi Seto Sunarto yang merupakan Ketua Lembaga Pemantau Penyelenggaraan Pemerintah (LP3) NKRI; Raden Muhammad Bahroni dari Mabes Polri; Yusuf Wahyudiono dan Sumari dari Polda Jatim; serta Priyambodo dan Bambang Suheryadi sebagai saksi ahli hukum pidana.

Muhammad Usman, JPU dari Kejati Jatim mengatakan, keterangan saksi Seto dalam BAP disebutkan, korban Abdul Gani meminta tolong pada saksi Seto untuk melaporkan dugaan penipuan di padepokan.

Pasalnya, di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi ada kegiatan yang tidak selaras. Baik itu aturan agama, maupun hukum negara. “Sehingga, Gani minta tolong pada saksi untuk melaporkan ke Mabes Polri,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo, Selasa (16/5).

Belum diketahui alasan ketidakhadiran kelima saksi tersebut. Karenanya, JPU meminta membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kelima saksi tersebut. ”Kami sudah berupaya untuk menghadirkan kelima saksi dalam persidangan. Namun, kelima saksi tidak dapat hadir. Sehingga, kami pun meminta untuk membacakan BAP para saksi,” terangnya.

Dalam BAP itu disebutkan, terdakwa Taat Pribadi terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap Abdul Gani. Hal itu, menurut Usman, sesuai dengan keterangan para saksi yang diperiksa sebelumnya. Sehingga, terdakwa Taat Pribadi ditetapkan tersangka dan dilakukan penangkapan.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar