Radar Bromo

Ini Alasan 202 CJH Kabupaten Pasuruan Mundur

PANGGUNGREJO - Ada sekitar 202 calon jamaah haji (CJH) di Kabupaten Pasuruan yang mengundurkan diri. Dari ratusan CJH itu, mayoritas beralasan mengundurkan diri lantaran terkendala biaya pelunasan ibadah haji.

Alasan itu terungkap saat Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan melakukan pendataan dari KUA agar menyisir alasan CJH yang mundur. Faktor lainnya alasan kesehatan, sakit berat hingga keinginan menunggu agar bisa haji bersamaan dengan keluarga lain.

Imron Muhadi, kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan mengatakan, jika dibandingkan tahun lalu, jumlah CJH yang mengundurkan diri dengan tak melunasi BPIH naik lipat 3. Bahkan, CJH yang mundur ini terbesar dalam 3 tahun terakhir.

“Kalau tahun lalu yang mengundurkan diri hanya 70-an CJH, namun untuk tahun 2017 ini cukup tinggi hingga 202 CJH yang tak melunasi di tahap 1,” terangnya.

Imron mengatakan, karena tingginya angka yang mengundurkan diri, Kemenang berinisiatif untuk menanyakan secara personal alasan CJH memilih untuk tak meluasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). Dibantu masing-masing KUA di tiap kecamatan, Imron mengatakan, hasil dari pendataan yang masuk mayoritas lantaran tidak ada biaya untuk melunasi.

“Dari pendataan 80 persen mengaku kesulitan biaya untuk pelunasan, sehingga memilih tidak membayar BPIH dan mengundurkan diri,” ungkapnya.

Dari total 1.394 CJH yang terdata untuk melunasi tahap 1, saat ini berarti ada 1.192 CJH yang memastikan kursi keberangkatan naik haji tahun ini. Kemenag sendiri masih menunggu informasi lebih lanjut terkait kuota tahap 2 dan jumlah cadangan yang bisa masuk kuota haji tahun ini. Sedangkan CJH yang mengundurkan diri dipastikan langsung masuk kuota haji tahun berikutnya. (eka/fun)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar