Radar Bromo

Begini Cara Instansi di Pasuruan-Probolinggo Tangkal Wannacry

KRAKSAAN - Serangan virus malware jenis wannacry membuat kantor pelayanan publik cemas. Termasuk kantor layanan pemerintah. Bahkan, pelayanan di Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo, sempat terhenti 2 jam. Petugas memilih melakukan back up data sebelum melakukan pelayananan online. Beruntung, warga yang sedang antre memahami kondisi tersebut.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo Slamet Riyadi mengatakan, jika virus tersebut menyebarkan, dikhawatirkan data kependudukan hilang. Karenanya, ia menginstruksikan anak buahnya untuk mengikuti arahan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo).

“Di satu sisi, kami khawatir virus itu menyerang sistem data kami. Namun, di sisi lain kami tidak mungkin meliburkan pelayanan. Karenanya, kami minta warga bersabar,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo, Senin (15/5). Namun, setelah itu pelayanan di Dispendukcapil kembali normal.

Terpisah, Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo Tanto Walono mengatakan, pelayanan online di instansinya juga tidak mungkin diliburkan. Karena itu, pihaknya juga mengikuti arahan dari Kemenkominfo. “Komputer dan jaringan di kantor kami semuanya berjalan seperti biasanya. Karena semua data sudah kami back up,” terangnya.

Sementara itu, di Pemkot Probolinggo, belum ada laporan terkait serangan virus tersebut. “Sampai siang ini masih belum ada laporan, apakah terjadi gangguan dalam jaringan komputer di pemkot. Namun, sampai jam 11.00, aplikasi yang ada di Sistem Informasi Perencanaan, Penganggaran dan Pelaporan (SIMRAL) sudah dimatikan. Karena sedang proses back up data,” ujar Rey Suwigtyo, Plt kepala Diskominfo Kota Probolinggo.

Meski aplikasi telah dimatikan, namun tidak mengganggu aktivitas pelayanan yang ada. Menurut Tyo – sapaan akrabnya –, serangan virus ini terjadi ke seluruh komputer yang tersambung dengan sistem Local Area Network (LAN).

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar