Radar Bromo

Seorang Peserta Tes GTT Pendarahan

KRAKSAAN - Ribuan pelamar guru tidak tetap (GTT) di Kabupaten Probolinggo yang mendapat giliran mengikuti tes wawancara, Sabtu (13/5) mendadak geger. Sebab, salah seorang diantara mereka harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami pendarahan.

Dari 2.370 pelamar yang lulus verifikasi berkas, separonya atau 1.185 dapat giliran mengikuti tes wawancara. Sedangkan, sisanya dijadwalkan mengikuti tes yang sama, Minggu (14/5). Ribuan peserta itu antre untuk mengikuti tes yang digelar di Ruang Tengger Pemkab Probolinggo, di Kraksaan.

Mereka mulai mengikuti tes wawancara sekitar pukul 09.00 WIB. Untuk mengikuti tes ini, ribuan peserta antre di depan ruangan. Sekitar pukul 10.30 WIB, seorang peserta berinisial Rt, mengalami pendaraan. Itu dialaminya saat usai menjalani tes wawancara.

Sebelum sempat turun dari lantai 4, guru berjilbab ini harus ditandu. Melihat kejadian itu, sejumlah rekannya langsung memberikan pertolongan. Petugas medis juga datang untuk membawanya ke rumah sakit. “Mengalami pendarahan kandungan yang kelima, tapi sudah ikut tes kok,” ujar Asisten Administrasi Pembangunan Pemkab probolinggo, Erlin Setiawan, kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Erlin mengatakan, peserta yang mengalami pendarahan itu sudah dua kali mengalami hal serupa pada kehamilan yang ke 3 dan ke 4. Ia menduga, faktor peserta mengalami pendarahan karena rahim yang lemah. “Mungkin karena faktor rahim yang lemah. Dia sudah memiliki dua anak dan anak yang 3-4 itu juga keguguran, ini yang kelima. Kan dia sudah dua kali seperti itu. Padahal, guru itu sudah sarapan dari rumahnya,” jelasnya.

Menurutnya, peserta tes yang mengalami pendarahan itu langsung dilarikan RSUD Waluyo Jati, Kraksaan. Namun, saat Jawa Pos Radar Bromo mencarinya ke RSUD Waluyo Jati, mengalami kesulitan. Sebab, petugas jama meminta nama dan alat lengkap korban. “Namanya siapa, alamatnya di mana? Kalau tidak ada, kami tidak bisa memberikan informasi,” ujar salah satu petugas di RSUD Waluyo Jati.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar