Radar Bromo

Diduga Menipu, Warga Polisikan Kades

SUMBERASIH - Salah seorang kepala desa di Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, dipolisikan warganya, Rabu (19/4). Pasalnya, kepala desa berinisial S itu diduga telah melakukan penipuan terkait akta jual beli tahan seluas 1 hektare.

Adalah Holili, 42, warga Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, yang membuat laporan ke Polres Probolinggo Kota. Menurutnya, tanah warisan itu atas nama almarhum Sekar Anom. Sedangkan, Sekar Anom memiliki 3 anak, salah satunya dirinya. Selama ini tanah itu dikelola oleh pamannya yang berinisial L, 82.

Namun, oleh sepupunya yang berinisial Sa, tanah itu dijual kepada seorang warga berinisial Yt seharga Rp 90 juta. Dalam proses jual-beli itu, juga terbuat akta jual-beli yang ditandatangani Camat Sumberasih, pada 31 Maret 2016. Persoalannya, kepala desanya mengajukan akta jual-beli pada camat. Padahal, menurutnya, kades-nya mengetahui sertifikat tanah itu masih ada.

“Kades saat menghadap ke camat pura-pura tidak tahu jika sertifikat itu ada. Sehingga, camat menandatangani akta jual-beli ini. Akta jual-beli ini saya dapatkan dari ibu Yt yang membeli tanah itu,” ujarnya.

Mengetahui adanya akta jual-beli itu, pihaknya mengurus pada pihak kecamatan dengan menunjukan sertifikat asli. Pada 12 April 2017, pihak kecamatan menerbitkan surat pencabutan akta jual-beli. “Setelah pihak kecamatan mengetahui ada sertifikat itu, pihaknya meminta maaf dan menerbitkan surat pencabutan akta jual-beli itu. Camat sendiri merasa tertipu oleh kades-nya,” ujarnya.

Terpisah, Camat Sumberasih Ugas Irwanto mengaku, pihaknya sudah mengumpulkan orang yang terlibat dalam kasus ini. Setelah itu, didapati bahwa yang berbohong kades berinisial S. “Pengajuan kepala desa secara prosedural terkait syaratnya juga sudah lengkap. Sehingga, kami juga mengeluarkan akta jual-beli itu. Kemudian, setelah mengetahui masalah ini kami cabut akta jual-beli itu,” ujarnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar