Radar Bromo

Jalan Pertigaan Semampir Ambles

KRAKSAAN - Jalan Panglima Sudirman di Simpang Tiga Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, butuh perhatian serius. Kini, di pertigaan menuju Pasar Semampir, itu ambles dan berlubang. Karenanya, warga memasang penanda seadanya yang terbuat dari bambu dan ranting pohon.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, tanda seadanya itu dipasang warga sejak Jumat sore (14/4). Sabtu (15/4), sejumlah warga melengkapinya dengan tali seperti tanda berbahaya. Dengan adanya tanda ini, diharapkan para pengendara lebih waspada. Serta, mengetahui jika di sana ada jalan rusak.

Salah seorang warga setempat, Hamid, 48, mengatakan, tanda itu dipasang karena lubang jalan itu cukup dalam. Serta, banyak pengendara sepeda motor yang tidak mengetahui kondisi lubang jalan itu sampai terpental. “Ada juga sepeda motor yang jatuh, tapi tidak sampai luka parah,” ujarnya.

Camat Kraksaan Muhammad Abduh Ramin mengatakan, Jalan Raya Panglima Sudirman, di Kota Kraksaan, seharusnya mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi. Sebab, jalan raya ini merupakan jalan nasional yang tidak lagi dibebankan kepada Pemkab Probolinggo, tapi menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat. “Kami berharap Pemerintah Provinsi atau Pusat segera memperbaiki jalan yang rusak itu. Supaya tidak sampai makan korban,” ujarnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Nasional Wilayah Probolinggo David Mulyanto mengatakan, jalan ambles di Pertigaan Semampir, Kecamatan Kraksaan, itu berada di atas gorong-gorong. Selama ini, gorong-gorong di ruas Jalur Pantura, itu sering rusak.

Nah, posisi Jalur Pantura yang dekat laut menyebabkan luapan air laut yang bersifat garam membuat besi gorong-gorong gampang keropos. “Kami akan usahakan untuk segera memperbaikinya. Ini lagi menghubungi penyedia jasanya untuk segera ditangani agar tidak mengganggu masyarakat sebagai pengguna jalan,” ujarnya. (mas/rud)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar