Radar Bromo

Penganiaya Mertua-Menantu Divonis 15 Tahun

BANGIL – Paeja, 44, warga Dusun Krajan, Desa Randuati, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, yang melakukan pembunuhan dengan dalih tak terima dituduh sebagai dukun santet, bakal mendekam lama di penjara. Itu, setelah majelis hakim PN Bangil menjatuhkan vonis 15 tahun penjara pada perempuan tersebut.

Putusan itu dilayangkan setelah Paeja dianggap melanggar pasal 340 dan 351 KUHP. Menurut Majelis Hakim PN Bangil Aswin, terdakwa terbukti telah melakukan pembunuhan berencana. Terdakwa bukan hanya melakukan pembunuhan, tetapi juga melakukan penganiyaan yang membuat Ulfiah, 26, anak dari Siamah mengalami luka akibat bacokan Paeja.

“Mengadili terdakwa dengan hukuman 15 tahun penjara,” kata Aswin dalam persidangan, kemarin (13/4). Meski dihukum berat, putusan itu sejatinya jauh lebih ringan dibandingkan tuntutan JPU Kejari Kabupaten Pasuruan, Irfan. Dalam persidangan sebelumnya, Irfan menuntut terdakwa hukuman 19 tahun penjara.

Namun, majelis hakim memiliki pertimbangan-pertimbangan lain, sehingga memberikan keringanan terhadap terdakwa. Salah satunya, ia masih memiliki anak yang membutuhkan kasih sayangnya, serta suami yang masih memerlukan keberadaannya.

Di samping itu, terdakwa belum pernah dihukum. “Namun, ada hal-hal lain yang memberatkannya. Salah satunya, perbuatan terdakwa meresahkan orang lain dan juga menghilangkan nyawa serta melukai orang lain,” bebernya.

Mendengar putusan itu, pihak JPU Kejari Kabupaten Pasuruan memilih untuk pikir-pikir. Sementara, terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya, Faizah memilih untuk menerima putusan tersebut.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar