Radar Bromo

MUI-DPRD Minta Polisi Transparan

MAYANGAN - Disebutnya sejumlah nama anggota Polres Probolinggo Kota dan Polda Jatim oleh tersangka bandar pil dextro dan trihexyphenidyl, mendapat sorotan dari MUI Kota Probolinggo dan Komisi A DPRD setempat.

Mereka meminta kepolisian tegas terhadap anggota yang terlibat dalam tindakan kriminal. Ketua MUI Kota Probolinggo KH. Nizar Irsyad mengatakan, peredaran obat-obatan terlarang saat ini sudah mengkhawatirkan.

“Terutama di kalangan pelajar, ini berbahaya karena akan mempengaruhi masa depan generasi bangsa ini,” terangnya. Karena itu, sangat disayangkan jika kemudian ada aparat penegak hukum yang terlibat. Padahal, saat ini perang terhadap kejahatan narkoba maupun obat-obatan terlarang lainnya tengah digalakkan oleh kepolisian.

“Saya minta pada Pak Hando (Kapolres Probolinggo Kota AKBP Hando Wibowo, Red) tegas dalam penegakan hukum. Tidak pandang bulu, apakah itu anggota polisi ataupun warga biasa,” katanya.

Nizar menambahkan, jangan sampai kepercayaan masyarakat menurun pada polisi, jika penegakan hukum tebang pilih. Ia juga meminta institusi pendidikan peka terhadap persoalan ini.

Nizar meminta, guru tidak hanya mengajar saja. Tapi, juga memperhatikan siswa yang dicurigai sebagai pemakai obat-obatan terlarang. Termasuk pondok pesantren, karena tidak ada jaminan pondok pesantren bebas dari peredaran obat-obatan terlarang.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar