Radar Bromo

Diduga Terlibat, Propam Lakukan Pemeriksaan

MAYANGAN – Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jatim bergerak cepat menindaklanjuti kabar adanya backing dari petugas kepolisian ke bandar pengedar obat keras. Saat ini, Propam Polda telah memeriksa 5 anggota polisi yang diduga terlibat.

Empat anggota polisi yang diperiksa diketahui bertugas di Polres Probolinggo Kota. Sementara satu lainnya bertugas di Polda Jatim. Hal itu dibenarkan Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera pada Jawa Pos Radar Bromo, Senin (6/3).

“Sudah diperiksa Propam, semua nama-nama anggota yang beredar itu. Kami nggak main-main soal kasus obat-obatan ini,” terang pria kelahiran Toraja, Sulawesi Selatan, itu.

Dari hasil pemeriksaan itu, Barung –sapaan akrabnya – memastikan jika anggota polisi tidak terlibat dalam kasus tersebut. “Sudah dikonfrontir oleh Propam, hasilnya tidak terlibat. Pengakuan pelaku itu bohong semua,” ujar mantan kabid humas Polda Sulsel tersebut.

Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Djumadi membenarkan jika anggotanya tidak terlibat. “Sudah diperiksa Propam, kami menyerahkan sepenuhnya pada Propam. Sejauh ini tidak ada keterlibatan anggota, seperti yang dituduhkan pelaku,” katanya.

Jika di kemudian hari ternyata anggotanya terlibat, pihaknya berjanji tidak akan memberi perlindungan.”Kan sudah ditegaskan oleh Pak Kapolresta (Kapolres Probolinggo Kota AKBP Hando Wibowo), kami berkomitmen memberantas peredaran obat terlarang. Termasuk anggota polisi, pasti kita tindak,” tegasnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar