Radar Bromo

Pengacara Yakin Dihukum Ringan

KRAKSAAN - Persidangan beragenda pembacaan dakwaan terhadap dua terdakwa pembunuh eks Sultan Agung Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Abdul Ghani, sempat tertunda. Selasa (28/2), sidangnya kembali digelar setelah Ketua Majelis Hakim Juniati, dinyatakan sehat.  

Dua terdakwa itu adalah Muryat Sugianto, 58, warga Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Tulungagung dan Boiran, 60, warga Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

Dalam persidangan kemarin, terungkap keduanya didakwa dengan dakwaan primer pasal 340 KUHP juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 dan dakwaan subsider pasal 338 juncto pasal 55 ayat (1) ke 1.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kabupaten Probolinggo Januardi Jaksha Negara mengatakan, pihaknya mendakwa Muryat dan Boiran dengan dakwaan primer dan dakwaan subsider.

Pihaknya, juga akan tetap berusaha membuktikan tindakan terdakwa dengan dakwaan primer. Tapi, jika dalam persidangan, saksi, barang bukti, dan keterangan ahli tidak menunjukkan ke arah perencanaan, maka dakwaan keduanya akan dialihkan ke dakwaan subsider.
“Namun, kami akan membuktikan dakwaan primer dulu,” ujarnya. Januardi menjelaskan, dakwaan itu karena keduanya terlibat dalam kasus pembunuhan Abdul Ghani. Namun, keduanya memiliki peran berbeda. Muryat berperan dalam perencanaan pembunuhan.

Sedangkan, Boiran berperan sebagai salah satu eksekutor dengan menjerat leher korban hingga tewas. “Karena tertangkap belakangan, keduanya disidang secara terpisah dari terdakwa lainnya,” ujarnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar