Radar Bromo

Bejat, Ayah Minta Anak Sentuh Kemaluannya
BERITA TERKAIT

KRAKSAAN - Su, 28, warga Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, kembali diadili di Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan, Senin (13/2). Lelaki yang telah mencabuli anak tirinya yang berinisial FNJ, 15, itu mengajukan pleidoi.

 

Penasihat hukum terdakwa Prayuda Rudy Nurcahya mengatakan, tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kabupaten Probolinggo, tak masuk akal. Ia menilai, tuntutan JPU hanya berdasakan penilaian subjektif, tanpa melihat fakta persidangan.

Menurutnya, jika korban benar-benar dicabuli, seharusnya korban mengalami trauma. Tapi, nyatanya korban tetap dapat bersekolah. Dalam fakta persidangan, juga diketahui terdakwa hanya meminta korban menyentuh kemaluannya.

“Korban mengakui kalau tidak sampai disetubuhi. Seharusnya, ini jadi pertimbangan JPU. Makanya saya nilai tuntutan 13 tahun penjara itu sangat memberatkan,” ujarnya.

Sedangkan, Kasi Pidum Kejari Kabupaten Probolinggo Januardi Jaksha Negara mengaku, tidak mempermasalahkan pleidoi terdakwa. Ia menyebut, pihaknya tetap pada tuntutan awal.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar