Radar Bromo

Kompak Sebut Putusan Abaikan Fakta Persidangan

SIDOARJO - Vonis majelis hakim yang menyatakan tiga terdakwa bersalah dalam kasus dugaan korupsi DAK 2009, dikeluhkan para terdakwa. Tiga terdakwa kompak menyebut, putusan majelis hakim tindak pidana korupsi (tipikor) mengabaikan fakta persidangan.

Budi Santoso selaku penasihat hukum (PH) terdakwa Buchori menambahkan, dirinya sudah memiliki bukti rekaman fakta persidangan. Disitu sudah jelas, keterangan saksi Maksum berdiri sendiri karena tidak didukung oleh keterangan saksi lain.
 
Sebab, dalam sidang terungkap, saksi Masdar menyebutkan tidak pernah mengetahui Maksum dapat perintah dari kliennya, Buchori untuk meminta potongan 5 persen.

“Kami akan segera siapkan berkas dan bukti-bukti untuk pengajuan banding. Karena putusan ini sudah mengabaikan fakta dalam persidangan,” tegasnya.

Hal serupa diungkapkan Suhadak. Wakil wali kota nonaktif yang saat proyek berlangsung jadi penyedia mebeler itu menjelaskan, sejauh ini putusan majelis hakim banyak yang tidak sesuai dengan fakta persidangan.

Ia menyotori soal saksi Saiful yang diragukan oleh majelis hakim. Saat itu saksi Saiful sempat ditanyakan, apakah termasuk saksi ahli atau saksi fakta? Namun, keterangan saksi Saipul malah dijadikan pertimbangan perhitungan kerugian negara.

”Putusan sudah mengabaikan fakta dalam persidangan,” kritik Suhadak. Menurutnya, dalam fakta persidangan, JPU tidak pernah menunjukkan spesifikasi yang dibuat konsultan. Sebab, dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB) spesifikasi hanya disebut kayu jati kelas lokal.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar