Radar Bromo

Kasus Guru Aswaja Tertahan di Polres
BERITA TERKAIT

KRAKSAAN - Proses hukum terhadap kasus pencabulan dengan tersangka seorang guru sebuah MTs di Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, berinisial NR, benar-benar alot. Sebelumnya, berkasnya bolak-balik “ditolak” kejaksaan karena tak lengkap.

Kini, giliran penyidik Unit PPA Polres Probolinggo yang tak kunjung melakukan pelimpahan tahap kedua. Karenanya, warga sepertinya harus lebih sabar lagi untuk segera mengetahui hukuman terhadap guru yang disangka mencabuli 8 siswinya itu.

Sebab, untuk melimpahkan ke pengadilan, kini kejaksaan masih menunggu pelimpahan tahap kedua dari Unit PPA Polres Probolinggo. Penasihat hukum tersangka, Bambang Bahagia mengaku, pihaknya berharap pelimpahan tahap dua segera dilakukan.
Sehingga, pihaknya bisa segera memberikan pembelaan terhadap kliennya. Bambang menilai, kasus ini seakan dipaksakan. Sebab, bila tersangka benar-benar mencabuli korban, seharusnya ada rasa trauma terhadap mereka.

Tapi, kenyataannya dalam hasil pemeriksaan kejiwaan, disebutkan korban tidak trauma. “Kasus ini seakan dipaksakan. Apalagi, kasus ini sudah terjadi setahun lalu dan berkasnya sempat empat kali dikembalikan sebelum dinyatakan lengkap oleh JPU,” ujarnya.

Sedangkan, Kasi Pidum Kejari Kabupaten Probolinggo Januardi Jaksha Negara mengatakan, hingga Jumat (10/2) lalu, pihaknya belum menerima pelimpahan kasus pencabulan ini. Pelimpahan itu meliputi tersangka dan barang bukti yang selama ini berada di penyidik.

Januardi mengaku, pihaknya berharap penyidik segera melimpahkannya. Sehingga, pihaknya bisa segera melimpahkannya ke pengadilan dan kasusnya bisa segera disidang.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar